Lompat ke isi utama

Berita

Rapat Koordinasi Wilayah VI Bawaslu Papua Hasilkan Tiga Rencana Strategis

Rapat Koordinasi Wilayah VI Bawaslu Papua Hasilkan Tiga Rencana Strategis
\n

\n\n\n\n

Jayapura – Rapat Koordinasi Wilayah VI Bawaslu Provinsi Papua yang dilaksanakan\nmelalui daring pada Jumat (15/5) menghasilkan tiga rencana strategis utama\nterkait fokus kerja bagi Bawaslu kabupaten/kota di Wilayah VI.

\n\n\n\n

Anugerah Pata, selaku Korwil VI Bawaslu Papua di awal sambutannya menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 ini tidak boleh membuat grafik kinerja kelembagaan Bawaslu kabupaten/kota menurun. Dirinya tidak ingin Bawaslu menjadi pasif.

\n\n\n\n

“Pandemi\nCovid-19 ini memang mengganggu semua orang. Tapi produktivitas kita sebagai\nlembaga publik tidak boleh berkurang. Karena itu, kita harus menyesuaikan kerja\nkita dengan kondisi eksternal, terutama dengan pemberlakuan pembatasan sosial\nini”, ujar Anugrah.

\n\n\n\n

Disampaikannya,\nbahwa sebagai lembaga permanen, Bawaslu kabupaten/kota harus terus menunjukkan\neksistensinya. Menurutnya, Bawaslu tidak saja harus aktif sebagai pengawas Pemilu,\nnamun juga bertanggungjawab untuk meningkatkan kualitas demokrasi di wilayah\nmasing-masing.

\n\n\n\n

“Kreativitas\nkita sebagai Bawaslu kabupaten/kota harus terus kita kembangkan. Ini untuk\nmenjawab keraguan publik terhadap lembaga Bawaslu kabupaten/kota yang baru saja\ndipermanenkan ini”, harap Anugrah.

\n\n\n\n

Rapat\nkoordinasi wilayah VI ini kemudian dilanjutkan dengan menggali hambatan dan\ntantangan yang dihadapi masing-masing Bawaslu kabupaten/kota.

\n\n\n\n

Sejumlah\nhambatan Bawaslu kabupaten/kota yang diidentifikasi dalam Rakorwil ini di\nantaranya adalah ketiadaan anggaran untuk melaksanakan kegiatan. Selain itu\njuga kualitas sumberdaya manusia pada staf kesekretariatan yang belum memadai. Beberapa\nBawaslu juga mengeluhkan kondisi jaringan internet yang tidak memadai.

\n\n\n\n

Secara\neksternal, penerapan physical distancing\ntidak memungkinkan untuk dilaksanakannya kegiatan tatap muka. Hal ini\nmempengaruhi Bawaslu kabupaten/kota untuk melakukan pendekatan pada sejumlah stakeholder\nuntuk bersama-sama melakukan pengawasan partisipatif. Apalagi situasi pandemi\nini memaksa orang untuk tetap berada di rumah dan pemerintah daerah menutup\nakses keluar dan masuk ke kabupaten Yahukimo.

\n\n\n\n

“Saya\ndengan dua rekan anggota saat ini berada di Jayapura. Kami tidak bisa balik ke\nYahukimo, karena sampai saat ini bandara Dekai masih ditutup”, ujar John\nHesegem, salah satu anggota Bawaslu Yahukimo.

\n\n\n\n

Guna menyiasati hal tersebut, lalu dirumuskan sejumlah rencana strategis yang akan menjadi panduan bagi Bawaslu kabupaten/kota. Rencana strategis pertama adalah terkait dengan peningkatan kapasitas komisioner, staf hingga jajaran pengawas, terutama terkait dengan strategi pencegahan dan pengawasan. Termasuk pengembangan media sosial dan website dan bentuk informasi lain untuk memperkuat kehumasan.

\n\n\n\n

Rencana strategis pertama ini juga berhubungan dengan pengelolaan informasi publik yang akan dilakukan oleh PPID di masing-masing Bawaslu kabupaten/kota dan bagaimana menggandeng stakeholder dalam pengawasan Pilkada dan pembangunan demokrasi.

\n\n\n\n

Rencana\nstrategis kedua adalah pelibatan masyarakat dalam diskusi. Termasuk di dalamnya\nadalah sosialisasi kepemiluan. Hal ini bisa dilakukan secara daring atau penyebaran\ninformasi melalui brosur.

\n\n\n\n

Sedangkan\nrencana strategis ketiga adalah terkait dengan mendorong pelatihan partisipatif\nmasyarakat. Bisa dengan melibatkan pemilih pemula, baik dari kalangan sekolah\nmaupun pemuda berbasis keagamaan. Termasuk di dalamnya adalah pelibatan masyarakat\nadat dan mahasiswa.

\n\n\n\n

Pelaksanaan\nrapat koordinasi ini akan dilakukan secara reguler. Hal ini dimaksudkan selain\nuntuk membangun komunikasi yang efektif, tapi juga sebagai sarana untuk berbagi\npengetahuan dan melakukan evaluasi atas pelaksanaan program yang telah\ndisepakati sebelumnya.

\n\n\n\n

(el.ha)

\n