Pose Salam Dua Jari, Wakil Wali Kota Jayapura Dipanggil Bawaslu
|
Jayapura-Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, Jumat (1/2) sore, memenuhi panggilan Bawaslu Kota Jayapura untuk memberikan klarifikasi terkait pose salam dua jari saat menghadiri HUT SMP Yapis dok V Kota Jayapura, pada (19/1) lalu.
\n\n\n\nRustan\nSaru tiba di kantor Bawaslu sekitar pukul 15.50 WIT dan disambut langsung oleh\nKetua Bawaslu Kota Jayapura, Rinto Pakpahan, dan menggelar pertemuan tertutup\ndengan komisioner bawaslu.
\n\n\n\nKurang\nlebih satu jam pertemuan, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, keluar\nmeninggalkan kantor bawaslu.
\n\n\n\nKepada\npers, Rustan Saru mengaku datang untuk memenuhi panggilan bawaslu untuk\nmemberikan klarifikasi terkait pose dua jari yang dilaporkan sejumlah warga ke\nBawaslu Kota Jayapura.
\n\n\n\n“Kedatangan\nkita untuk memberikan klarifikasi terkait laporan masyarakat ke Bawaslu terkait\ndugaan pelanggaran pemilu ketika menghadiri acara di SMP Hikmah Yapis di dok V\nJayapura dan juga launching sekolah ramah anak,” kata Rustan Saru kepada Pers\ndi kantor Bawaslu Kota Jayapura, Jumat (1/2) sore.
\n\n\n\nIa\nmenjelaskan bahwa pose dua jari tersebut bukan untuk mendukung salah satu\npasangan Capres-Cawapres,melainkan pose tersebut menunjukan dukungan pemerintah\nterhadap literasi di Kota Jayapura.
\n\n\n\n“Dalam\nacara itu kami diundang foto bersama panitia dengan ekspresi yang diduga\nmemberikan dukungan kepada salah atu pasangan capres/cawapres, tapi itu tidak\nbenar. Itu (pose dua jari) adalah salam literasi yang artinya mendorong generasi\nmuda kita untuk rajin membaca, jadi itu bukan kampanye. Karena mulai dari\nsambutan hingga acara selesai tidak ada satupun pembahasan mengenai politik,”\njelasnya.
\n\n\n\nDengan\nkejadian ini, Wakil Walikota Jayapura menghimbau kepada seluruh Aparatur Sipil\nNegara di Kota Jayapura untuk berhati-hati beraktivitas di tahun politik.\nJangan sampai melakukan suatu ekspresi yang dianggap sebagai dukungan politik.
\n\n\n\n“Kepada\npejabat di Kota Jayapura agar berhati-hati dalam mengeluarkan ekspresi di tahun\npolitik ini. Biasanya yang kita lakukan baik, tapi bisa disalahartikan oleh\norang lain,” ajaknya.
\n\n\n\nSementara\nitu, Ketua Bawaslu Kota Jayapura, Rinto Pakpahan, mengatakan bahwa dalam\npemeriksaan tersebut, wakil walikota Jayapura mengaku tidak melakukan kampanye,\nkarena pose dua jari itu bermaksud sebagai dukungan terhadap literasi di Kota\nJayapura.
\n\n\n\n“Jadi\ntanda dua jari itu adalah literasi. Literasi di sini yaitu ajakan untuk gemar\nmembaca, menulis karena tempat saat itu berada di lingkungan sekolah. Jadi\ntidak ada kaitannya dengan ajakan, seruan atau memberikan tanda dukungan kepada\nsalah satu pasangan calon,” ujarnya.
\n\n\n\nSelain\nitu, Rinto mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan itu, tidak ada upaya\nmengkampanyekan istri dari wakil walikota yang maju menjadi Calon Legislatif\n(Caleg) Kota Jayapura.
\n\n\n\n“Beliau\nmengaku tidak ada upaya mengaampayekan sang istri karena istrinya ada di Daerah\nPemilihan (Dapil) Abe, sementara kegiatan berlangsung di Dok V Jayapura Utara,”\nucap Rinto.
\n\n\n\nSebelumnya,\nRinto mengaku bahwa Bawaslu Kota Jayapura juga sudah memanggil dan memeriksa\nKepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Fachrudin Pasollo, dan Kepala Sekolah\nSMP dok V Yapis.
\n\n\n\n“Kami\nsudah memanggil dan mendengarkan keterangan dari Kepala Dinas Pendidikan Kota\nJayapura, Fachrudin Pasollo, Kepala Sekolah SMP dok V Yapis, Ketua Panitia\nkegiatan HUT sekolah dan jawaban sinkron, satu bahasa yakni pose itu adalah\nsalam literasi,” tandasnya.
\n\n\n\n(Sumber\n:wartaplus.com)
\n