Lomba Menulis Opini Tetap Jalan di Tengah Wabah Covid-19
|
Jayapura - Di tengah wabah Covid-19, Bawaslu Kota Jayapura\ntetap melanjutkan lomba menulis opini sesuai dengan kerangka waktu yang telah\ndisepakati.
\n\n\n\nKeputusan ini diambil setelah mempertimbangkan\nbeberapa hal, di antaranya adalah untuk mengefektifkan penerapan social distancing atau phisycal distancing sebagaimana yang ditetapkan\noleh pemerintah. Selain itu, kegiatan lomba menulis opini ini tidak\nmempertemukan peserta dengan panitia lomba secara fisik.
\n\n\n\nHardin Halidin, anggota Bawaslu Kota Jayapura,\npada Sabtu, (28/3) menyampaikan bahwa lomba menulis opini ini justru menjadi\nmedia untuk mengisi waktu di rumah selama penerapan social distancing. Ditambahkan olehnya, bahwa selama penerapan\nkebijakan untuk menjaga jarak oleh pemerintah, para penulis ini bisa\nmenyelesaikan naskah opininya.
\n\n\n\n“Jadi kesibukan menulis opini ini sekaligus\nmembantu kampanye untuk tetap berada di rumah. Para penulis sekaligus pemikir\nmuda di Kota Jayapura bisa menggunakan waktu social distancing ini untuk menyelesaikan naskahnya,” ujarnya.
\n\n\n\nPendapat senada disampaikan Elvira Rumkabu, salah satu dosen pada program studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Cenderawasih, Jayapura. Menurut perempuan yang juga aktivis ini, lomba menulis opini ini bisa menambah kualitas waktu selama tetap berada di rumah.
\n\n\n\nElvira menilai bahwa banyak orang tidak mau\nmenulis karena alasan tidak ada waktu atau ada banyak pekerjaan utama yang harus\ndiprioritaskan. Padahal, menurutnya, menulis bisa kapan saja dan di mana saja.\nYang penting adalah niat kita untuk tetap mau menulis.
\n\n\n\n“Dengan adanya penerapan social distancing, lomba menulis opini ini bisa menjadi kegiatan\nyang positif. Tidak ada lagi alasan untuk tidak ada waktu. Sehingga kita tidak\nfokus pada rasa takut atau panik karena mengonsumsi berbagai media yang selalu\nmenunjukkan konten menyedihkan tentang Covid-19 setiap harinya”, tutupnya.
\n\n\n\nSalah satu pegiat literasi di Kota Jayapura,\nDzikry J.R., mengatakan bahwa menulis saat ini bisa dilakukan dari rumah.\nMenurutnya, di era digital seperti sekarang ini sangat mudah mencari referensi\ndengan memaksimalkan internet.
\n\n\n\n“Catatannya memang kita mesti pandai menyaring\ntulisan-tulisan yang valid jika mengandalkan internet untuk mencari referensi,”\nujar penulis novel Cinta Putih di Bumi Papua ini mengingatkan.
\n\n\n\nTerkait dengan wabah Covid-19, pendiri Sekolah\nMenulis Papua (SMP) ini berpendapat bahwa lomba menulis opini yang dibuat\nBawaslu Kota Jayapura ini sangat berguna bagi masyarakat selama masa krisis\nbawah Covid-19 ini.
\n\n\n\n“Karena menulis juga bisa menjadi terapi mental,\nmenghilangkan kejenuhan, mengasah pikiran, dan menjaga jiwa tetap dalam situasi\ngembira,” pungkasnya.
\n\n\n\nDiketahui sebelumnya, Bawaslu Kota Jayapura\nmengadakan lomba menulis opini dalam rangka memeriahkan perayaan 12 tahun lahirnya\nBawaslu, pada 9 April 2020. Tujuan utama dari lomba ini adalah menghimpun\ngagasan untuk pembangunan demokrasi khususnya di Kota Jayapura.
\n\n\n\nPanitia lomba menetapkan tiga tema yang dapat dipilih untuk diikuti oleh warga Kota Jayapura. Ketiga tema tersebut adalah 'Menggagas pembangunan demokrasi di Kota Jayapura' dan 'Pemilih pemula dan pembangunan demokrasi di Kota Jayapura'. Sedangkan tema ketiga adalah 'Merangkul kelompok marginal, menguatkan partisipasi politik.'
\n\n\n\n(el.ha)
\n