Lompat ke isi utama

Berita

Donor Darah, Bawaslu Kota Jayapura Tetap Patuhi Ketentuan Physical Distancing

Donor Darah, Bawaslu Kota Jayapura Tetap Patuhi Ketentuan Physical Distancing
\n

Jayapura – Bawaslu\nKota Jayapura bekerjasama dengan PMI Kota Jayapura melakukan kegiatan donor\ndarah di kantor Bawaslu Kota Jayapura, Sabtu (4/4). Donor darah ini\ndilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Bawaslu RI yang ke-12\nyang jatuh pada tanggal 9 April 2020.

\n\n\n\n

Salah satu anggota Bawaslu Kota Jayapura, Hardin Halidin, mengatakan\nbahwa kegiatan donor darah ini adalah tindak lanjut dari himbauan Bawaslu RI\ndalam rangka memperingati hari lahir lembaga pengawas Pemilu ini.

\n\n\n\n

Meski demikian, pihaknya tetap memperhatikan dan mengacu pada protokol\nkeamanan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan oleh\nBawaslu RI.

\n\n\n\n

“Karena memperhatikan protokol keamanan yang ditetapkan oleh Bawaslu\nRI, sehingga tidak semua anggota dan staf Bawaslu Kota Jayapura dilibatkan\ndalam kegiatan donor darah ini,” ujarnya.

\n\n\n\n

Terkait hal ini, Hardin berterima kasih kepada pihak PMI yang tetap memperhatikan penerapan physical distancing ketika melaksanakan donor darah. Menurutnya, ketentuan untuk menjaga jarak fisik tetap menjadi prioritas utama guna memutus penyebaran Covid-19.

\n\n\n\n

Pada pelaksanaan donor darah ini, PMI Kota Jayapura mendapatkan 11\nkantung darah. Bawaslu Kota Jayapura berharap bahwa semoga 11 kantung darah\ntersebut dapat membantu masyarakat yang saat ini membutuhkan darah.

\n\n\n\n

Sementara itu, Widi Santoso selaku Penanggungjawab Mobil Unit dan Pelestarian serta Pengorganisasian Donor Darah Sukarela PMI Kota Jayapura mengatakan, bahwa pada masa penerapan physical distancing ini, PMI tidak bisa menerima permintaan kelompok untuk mendonorkan darah dalam jumlah yang besar.

\n\n\n\n

“Kami hanya menerima kelompok yang donor darah antara 10 hingga 15\norang saja. Tidak boleh lebih. Itu pun harus diatur kedatangannya. Tidak boleh\nbergerombol dan jarak antara kursi pendonor harus terpisah hingga dua meter. (Hal\nini disebabkan) karena pembatasan tadi”, ujarnya.

\n\n\n\n

Untuk melayani pelaksanaan donor darah di Bawaslu Kota Jayapura, Widi hanya\nmembawa dua buah kursi untuk pendonor darah dengan tiga orang petugas, termasuk\ndirinya.

\n\n\n\n

Terkait dengan kebutuhan darah, Widi Santoso menyampaikan bahwa jumlah\nkebutuhan darah untuk Kota Jayapura dalam sebulan mencapai 1.476 kantung. Pada\ntri wulan terakhir, menurutnya, kebutuhan darah masih kurang lebih sama. Kebutuhan\ndarah setiap harinya masih berkisar antara 45 sampai 48 kantung darah.

\n\n\n\n

Widi menjelaskan, bahwa kebutuhan darah tersebut tidak hanya\ndiperuntukkan untuk rumah sakit di Kota Jayapura. Melainkan juga beberapa rumah\nsakit penyanggah di beberapa kabupaten di Papua.

\n\n\n\n

“Kami melayani kebutuhan darah pada tujuh rumah sakit di Kota Jayapura, dan rumah sakit penyanggah di Kabupaten Jayapura, Keerom dan Kabupaten Jayawijaya”, tuturnya.

\n\n\n\n

Sedangkan kebutuhan darah di masa wabah pandemi Covid-19 ini, dirinya mengakui bahwa ada penurunan permintaan darah. Menurutnya, hal ini disebabkan karena beberapa pasien operasi dengan penyakit tertentu, pelaksanaan operasinya ditunda karena penerapan physical distancing.

\n\n\n\n

“Saat ini kami hanya melayani permintaan darah untuk pasien thalasemia, pasien cuci darah, pasien\nbersalin dan pasien operasi cito serta pasien demam berdarah”, ujarnya menambahkan.\n

\n\n\n\n

Meski demikian, kebutuhan darah tetap saja masih belum cukup. Karena itu, pihaknya juga mengandalkan dari donor pengganti. Dalam hal ini adalah darah yang disiapkan oleh keluarga pasien.

\n\n\n\n

(Uli)

\n