Lompat ke isi utama

Berita

Dewan Juri Lomba Menulis Opini Umumkan Pemenang Lomba

Dewan Juri Lomba Menulis Opini Umumkan Pemenang Lomba
\n

Jayapura – Dewan Juri lomba menulis opini Bawaslu Kota\nJayapura akhirnya mengumumkan pemenang lomba. Pengumuman lomba ini disampaikan\nlangsung oleh salah satu perwakilan dewan juri pada Kamis (9/4) di Kantor Bawaslu\nKota Jayapura.

\n\n\n\n

Dalam catatan dewan juri yang dibacakan oleh Dzikry J.R, disampaikan bahwa penilaian\ndewan juri didasarkan pada tiga kriteria. Pertama adalah terkait dengan bahasa\ndan ejaan. Kriteria kedua adalah kesesuaian tema dan ketajaman analisis, dan kriteria\nketiga adalah terkait dengan orisinalitas opini.

\n\n\n\n

Dewan juri, menurut Dzikry, mendapatkan bahwa sebagian besar peserta\nmenaruh perhatian pada tema kelompok marginal dan pemilih pemula. Selain itu,\ndewan juri juga menyoroti naskah yang memiliki sejumlah permasalahan\nkebahasaan.

\n\n\n\n

“Problematika kebahasaan yang dihadapi oleh peserta ini membuat\ngagasan-gasan cerdas yang disampaikan peserta belum berhasil sepenuhnya merasuki\npikiran pembaca”, ujar Dzikry.

\n\n\n\n

Persoalan lainnya, sambung perempuan berhijab ini, adalah terkait dengan pemahaman\npeserta yang sebagian besar masih menganggap demokrasi dan politik masih sebatas\npada Pemilu dan partai politik saja.

\n\n\n\n

Terkait dengan persentase berdasarkan gender pada peserta, Dzikry mengungkapkan\nbahwa secara keseluruhan, hanya terdapat 23% perempuan yang terlibat dalam\nlomba ini.

\n\n\n\n

“Hal ini perlu menjadi perhatian tersendiri. Ini terkait dengan bagaimana kelak\nperempuan menjadi setara dengan laki-laki dalam menyampaikan gagasannya terkait\ndemokrasi melalui tulisan”, tukasnya.

\n\n\n\n

Dzikry mengakui, dewan juri menemukan banyak sekali gagasan cerdas yang disampaikan\noleh peserta. Meski demikian, pihaknya harus memilih yang terbaik di antara semua\nnaskah tersebut.

\n\n\n\n

Pada kategori umum, dewan juri memilih naskah dengan judul judul Revitalisasi Peran dan Fungsi Perwakilan Wilayah Adat (PWA)\ndalam Penguatan Demokrasi Diliberatif di Kota Jayapura sebagai pemenang nomor ketiga.

\n\n\n\n

Selanjutnya pemenang kedua adalah naskah dengan judul Masuk Melalui Pintu Mereka, Keluar Melalui Pintu Kita. Dalam pandangan dewan juri, naskah ini mengusung tema kelompok marginal dengan uraian paling\nkomprehensif di antara semua naskah yang mengusung tema serupa.

\n\n\n\n

Sedangkan untuk pemenang pertama adalah naskah dengan judul Pendidikan Politik Bagi Pelajar dan Calon Pemilih Pemula dalam Upaya\nMembangun Demokrasi di Kota Jayapura.

\n\n\n\n

Sedangkan pada kategori pelajar, dewan juri yang terdiri dari lima orang\nini bersepakat untuk hanya memilih satu pemenang. Judul naskah yang keluar\nsebagai pemenang adalah Merangkul Generasi Milenial\nPapua sebagai Pendorong Pembangunan Demokrasi di Kota Jayapura.

\n\n\n\n

Menurut dewan juri, naskah ini bersifat\nkontekstual, membawa gagasan yang menurut dewan juri sangat tepat diterapkan di\nkalangan generani milenial, terutama kaum pelajar.

\n\n\n\n

Secara terpisah, Humas Bawaslu Kota Jayapura, Hardin Halidin menyampaikan\napresiasinya kepada seluruh peserta. Baginya, para peserta telah memberikan inspirasi\nsekaligus kontribusi yang tidak ternilai pada pembangunan demokrasi di Kota\nJayapura.

\n\n\n\n

Dirinya memastikan bahwa tidak ada satu pun naskah yang tercecer apalagi\nterabaikan. Sebagai tindak lanjut dari lomba ini, menurutnya, keseluruhan\nnaskah akan diterbitkan dalam bentuk buku kumpulan tulisan peserta. Selanjutnya,\ntambahnya, buku tersebut akan didistribusikan kepada seluruh pemangku\nkepentingan di Kota Jayapura.

\n\n\n\n

“Keseluruhan naskah ini akan kami terbitkan menjadi buku ontologi. Sehingga\nsemangat awal kami untuk menghimpun gagasan pembangunan demokrasi, tidak saja\nterdokumentasikan dengan baik, namun akan menjadi perhatian semua pemangku\nkepentingan di Kota Jayapura”, tekannya.

\n\n\n\n

Melalui sambungan telephon, Elvira Rumkabu yang juga merupakan salah satu\ndewan juri menyampaikan bahwa setiap gagasan peserta ini sangatlah penting.

\n\n\n\n

“Setiap gagasan ini lahir dari refleksi dan kekritisan peserta sebagai\nwarga Kota Jayapura. Dan ini sangat penting untuk pembangunan demokrasi”,\ntegasnya.

\n\n\n\n

Terkait dengan kecenderungan sebagian besar peserta memilih marginal\nsebagai pilihan tema naskahnya, Elvira menyampaikan bahwa hal tersebut menunjukkan\nsalah satu tantangan besar dalam pembangunan demokrasi di Kota Jayapura.

\n\n\n\n

“Karena itu, gagasan tentang bagaimana membuat demokrasi menjadi inklusif\nbagi siapa saja, menjadi sebuah point penting yang kami temukan dapat dalam\nproses lomba menulis ini”, tutupnya.

\n\n\n\n

(NYS)

\n