Cegah Covid-19, Bawaslu Kota Jayapura Siapkan Fasilitas Cuci Tangan
|
Jayapura – Bawaslu Kota Jayapura menyiapkan\nfasilitas cuci tangan di depan kantor. Fasilitas yang terdiri dari wadah air\nyang mengalir serta sabun cuci tangan tersebut disiapkan untuk mencegah\npenyebaran Covid-19 di Kota Jayapura.
\n\n\n\nFasilitas ini diperuntukan bagi setiap pegawai Bawaslu Kota Jayapura dan tamu yang berkunjung ke Bawaslu Kota Jayapura. Selain itu, masyarakat umum yang kebetulan lewat dan hendak mencuci tangan juga dapat memanfaatkannya.
\n\n\n\nKoordinator Sekretariat Bawaslu Kota Jayapura, Anna Fakdawer, mengungkapkan bahwa hal ini merupakan upaya Bawaslu Kota Jayapura untuk ikut mengurangi potensi penyebaran Covid-19.
\n\n\n\n“Ini\nmerupakan tindak lanjut dari surat edaran Pemerintah Kota Jayapura dan Bawaslu\nRI untuk mencegah penularan Covid-19,” ujarnya\nketika ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (1/4).
\n\n\n\nMenurutnya,\ncara terbaik untuk mencegah penularan Covid-19 ini selain menjaga jarak sosial,\nadalah sering mencuci tangan dengan sabun. Sebab, lanjutnya, setiap orang tidak\nbisa mengetahui apakah dirinya terpapar Covid-19 atau tidak.
\n\n\n\nMelalui Surat Edaran Ketua Bawaslu RI dan Sekjen Bawaslu RI serta Instruksi Ketua Bawaslu Provinsi Papua untuk menyikapi dan mencegah penyebaran Covid-19, maka perlu untuk menerapkan physical distancing dan Work From Home (WFH). Selain itu juga penyediaan fasilitas cuci tangan di depan kantor Bawaslu Kota Jayapura.
\n\n\n\nLebih lanjut, Anna menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan kantor Bawaslu Kota Jayapura. Menurutnya, cairan disinfektan ini didapatkan dengan mencampurkan air dengan bahan tertentu sebagaimana banyak terdapat di internet.
\n\n\n\nTerkait dengan penerapan WFH, Anna Fakdawer menyampaikan bahwa telah menerapkan Surat Edaran Bawaslu RI. Karena itu pihaknya telah memberlakukan piket untuk staf Bawaslu Kota Jayapura. Sebagian besar staf menyelesaikan pekerjaannya dari rumah. Mereka tidak diperbolehkan untuk ke kantor agar interaksi staf di kantor semakin berkurang.
\n\n\n\n“Jadi sejak bulan Maret lalu, kami telah menerapkan piket untuk staf. Setiap hari ada tiga orang yang bertugas di kantor. Sedangkan yang lainnya tidak diizinkan untuk masuk kantor guna meminimalkan potensi penularan Covid-19”, tuturnya.
\n\n\n\nMeski\ndemikian, jadwal piket ini tidak berlaku untuk Koordinator Sekretariat dan\nAnggota Bawaslu Kota Jayapura. Menurutnya, Koordinator Sekretariat dan Anggota Bawaslu\nKota Jayapura tetap masuk setiap hari kerja.
\n\n\n\nTerpisah,\nKetua Bawaslu Kota Jayapura, Frans JZ Rumsarwir ketika ditemui pada Kamis (2/4)\nmenyampaikan bahwa ini adalah bentuk tanggung jawab moral.
\n\n\n\n“Sebagai\ntanggung jawab kelembagaan maupun individu, kita semua wajib bersama-sama untuk\nmemutus penyebaran rantai Covid-19 ini. Tanpa terkecuali,” tegasnya.
\n\n\n\nDitambahkan olehnya, bahwa fasilitasi tersebut tersedia selama jam kantor. Setiap pegawai Bawaslu Kota Jayapura maupun tamu yang datang ke kantor, wajib mencuci tangan dulu. Begitu juga ketika telah keluar, harus mencuci tangan.
\n\n\n\nSementara\nitu, dilansir dari portal berita cnbcindonesia.com, anjuran mencuci tangan ini\njuga disarankan oleh dokter spesialis Paru di RS Persahabatan, Erlina Burhan.\nMenurutnya mencuci tangan harus dijadikan sebuah kebiasaan.
\n\n\n\n“Cuci\ntangan dengan sabun dan air mengalir sangat ampuh mencegah Covid-19. Virusnya\nakan mati apabila kita mencuci tangan dengan sabun. Sebab virus dilapisi lemak,\ndan lemak akan hancur apabila dicuci dengan sabun,” terangnya.
\n\n\n\nSebagaimana\ndiketahui, bahwa pandemi Covid-19 telah mewabah di hampir seluruh dunia. Tidak terkecuali\ndi Kota Jayapura.
\n\n\n\nMengutip\ndata Satuan Tugas Covid-19 Kota Jayapura, hingga tanggal 1 April 2020, jumlah\npengidap Covid-19 telah berjumlah enam orang. Sedangkan jumlah warga yang berstatus\nPDP sebanyak 8 orang, dan 91 orang berstatus ODP.
\n\n\n\n(Jek).
\n