Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Jayapura – Prodi IPM Uncen Sepakati Pokok Program Kerja Sama

Bawaslu Kota Jayapura – Prodi IPM Uncen Sepakati Pokok Program Kerja Sama
\n

Jayapura – Melalui media daring,\npada Rabu (13/5), Bawaslu Kota Jayapura dan Program Studi Ilmu Pemerintahan\nFISIP Universitas Cenderawasih menyepakati empat pokok program kerja bersama.\nKeempat pokok program kerja tersebut adalah tindak lanjut atas penandatanganan\nperjanjian kerja sama yang telah ditandangani pada 11 Maret 2020 lalu.

\n\n\n\n

Kesepakatan atas empat pokok\nprogram tersebut dihasilkan pada rapat konsolidasi yang dilaksanakan oleh kedua\npihak. Hadir dalam kegiatan tersebut adalah pimpinan dan staf dari kedua\nlembaga.

\n\n\n\n

Keempat pokok program\nkerja disampaikan oleh Muliadi Anangkota, S.IP, MKP, selaku moderator, yang disarikan\ndari diskusi yang berlangsung kurang lebih sekitar 90 menit tersebut.

\n\n\n\n

“Penelitian, baik yang\nakan dilakukan sendiri oleh dosen dan atau mahasiswa IPM, juga akan dilakukan\nbersama-sama dengan Bawaslu Kota Jayapura. Itu pokok program pertama yang kita\nsepakati”, tutur Muliadi.

\n\n\n\n

Selanjutnya, sambung\nMuliadi, pokok program lainnya yang disepakati adalah terkait dengan transfer\nilmu pengetahuan. Ini bisa dilakukan melalui terlibat dalam pembelajaran di\nkampus, atau juga bisa melalui praktek magang.

\n\n\n\n

“Pokok program selanjutnya\nadalah terkait dengan rencana program kemitraan dan peningkatan literasi demokrasi”,\nujar Muliadi.

\n\n\n\n

Atas keempat pokok\nprogram tersebut, Ketua Program Studi IPM, DR. Renida Toroby menyampaikan bahwa\npenelitian yang akan dilakukan tentu saja akan sangat baik untuk mengembangkan\nwawasan dan kapasitas individu pada masing-masing lembaga.

\n\n\n\n

“Hasil dari penelitian ini tentu saja tidak hanya akan sekadar menjadi kegiatan rutin dari mahasiswa atau dosen, melainkan tentu saja akan menjadi sumber ilmu pengetahuan, sekaligus sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kedua belah pihak”, harapnya.

\n\n\n\n

Secara khusus, dirinya\nmenyampaikan telah mengalihkan penelitian dua mahasiswa Prodi IPM Uncen dari\ndaerah lain ke instansi Bawaslu Kota Jayapura.

\n\n\n\n

“Awalnya penelitian\nmahasiswa ini hendak dilakukan di luar Kota Jayapura. Namun karena adanya\npembatasan sosial ini, kami alihkan ke Bawaslu Kota Jayapura”, tutur mantan anggota\nKPU Kabupaten Jayapura ini.

\n\n\n\n

Selain itu DR. Toroby\njuga menyampaikan keinginannya untuk melakukan penelitian ke Bawaslu Kota\nJayapura terkait dengan Perempuan Penyelenggara Pemilu pada pelaksanaan\npemilihan umum tahun 2019 lalu.

\n\n\n\n

Sementara itu, salah seorang staf pengajar pada Prodi IPM, Gabriel Maniagasi, S.Sos, M.Si, memberikan penekanan pada dua pokok program yang telah disepakati. Keduanya adalah program magang staf dan literasi demokrasi.

\n\n\n\n

Menurut mantan anggota\nPanwaslu Kota Jayapura pada Pemilu 2004 ini, program magang bagi staf Bawaslu\nKota Jayapura ini sangat unik dan menarik. Baginya, program magang ini bisa\nmenjadi yang pertama kali dilakukan oleh penyelenggara Pemilu di Papua.

\n\n\n\n

Karena itu, dirinya\nmengusulkan agar staf magang tidak hanya mempelajari tugas-tugas terkait tekhnis\nadministrasi perkantoran, melainkan juga ilmu-ilmu lainnya yang ada di Prodi\nIPM.

\n\n\n\n

“Staf magang ini bisa\njuga mempelajari tentang demokrasi, kepemimpinan dan ilmu pemerintahan. Karena\ndi Prodi IPM banyak dosen-dosen yang bisa dijadikan mitra belajar, sehingga\nkerja sama ini benar-benar memperkaya kita semua”, ujarnya.

\n\n\n\n

Selain itu, sebagai\nseorang jurnalis, Maniagasi menaruh harapan yang besar terhadap pengembangan\nliterasi demokrasi di Kota Jayapura. Dirinya berharap, kerja sama ini\nbenar-benar memperkaya kualitas dan kuantitas literasi demokrasi dan kepemiluan\ndi Kota Jayapura.

\n\n\n\n

“Kebetulan saya suka\nmenulis. Karena itu saya siap membantu jika ada teman-teman yang hendak membuat\nopini, jurnal atau bahkan buku tentang bagaimana tantangan dalam pelaksanaan\npengawasan Pemilu di Kota Jayapura”, imbuhnya.

\n\n\n\n

Menurutnya, buku yang\ndihasilkan itu akan menjadi dokumentasi tertulis dan mahakarya bagi upaya peningkatan\nkualitas demokrasi di Kota Jayapura.

\n\n\n\n

(el.ha)

\n