Bawaslu Kota Jayapura Gelar Sosialisasi Pemilu Bagi Penyandang Difabel
|
Jayapura-Memasuki massa pencoblosan Pileg\ndan Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019. Bawaslu\nKota Jayapura mengadakan Sosialisasi Hak Politik Penyandang Disabilitas dan\nPengawasan Pemilu Partisipasi Bersama Komunitas Difabel Kota Jayapura bertempat\ndi Hotel Grand Talent Kota Raja. Jumat (5/4/2019).
\n\n\n\nKepada\npara peserta Rinto Pakpahan dari Bawaslu Kota Jayapura memaparkan bahwa\npenyandang disabilitas bisa memilih di tempat khusus sehingga hak mereka ini\ntersalurkan. “Undang-Undang No. 7 tahun 2017 pasal 5 dengan tegas menjelaskan\nmereka memiliki hak yang sama sebagai warga negara, terlepas dari kekurangan\nmereka sebagai penyandang disabilitas,” kata Rinto Bawaslu Kota Jayapura.
\n\n\n\nMenurut\nRinto Bawaslu Kota Jayapura, pada Pemilu 2019 ini jumlah TPS bertambah menjadi\ndua kali lipat. Kita meminta semua TPS ini sebanyak 1262, kata dia untuk akses\nyang lebih mudah bagi saudara-saudara kita yang difabel.
\n\n\n\n“Kita\ntidak bisa juga memaksakan hal itu bahwa saudara kita yang memakai kursi roda\nini akan naik tangga di TPS itu kan tidak bisa,” jelas Rinto Bawaslu Kota\nJayapura.
\n\n\n\nSementara\nditempat yang sama Robi Ketua Komunitas Difabel menyampaikan bahwa pernah\nterjadi di SD Pim salah satu pemilihnya adalah penyandang disabilitas yang\nmemakai kursi roda, namun pada saat diangkat malah kursi roda nya rusak.
\n\n\n\n“Dia\nmau menyalurkan hak suaranya tapi malah merugikan diri sendiri. Tapi nanti\nkemungkinan ada TPS khusus buat penyandang disabilitas nanti,” paparnya.
\n\n\n\nBawaslu\nKota Jayapura harus kordinasi ke KPU. Pertama kami rasa kemungkinan tidak bisa,\nmasih kata Rinto tidak bisanya begini bahwa Form A5 memang betul H-7 kami masih\nberikan kesempatan, tetapi apakah teman ini masih mau mengurus E-KTP atau tidak\nkita tidak tau, memang kita upayakan adalah bagamana mereka harus memiliki\nE-KTP, karena mereka ada 700 orang tapi yang terdata hanya sebanyak 162 orang.
\n\n\n\n“Saya\ncoba kasih pemahaman ke mereka atau teman teman difabel bahwa mereka memiliki\nhak yang sama diluar dari kekurangan mereka. Siapapun yang memiliki kekurangan\nhak mereka sama prinsip kita kan satu orang satu suara,” ucapnya.
\n\n\n\nSatu\norang memiliki suara di saat 700 orang berfikiran bahwa suara saya ini tidak\nberguna, biarlah orang lain yang memilih dan hilanglah 700 suara itu. “Jika di\nmanfaatkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab bisa jadi satu kursi\ndi dewan dan akhirnya sayang juga kalau suara ini tidak terakomodir karena itu\nberarti kita mengkhianiati konstitusi itu sendiri,” pungkas Rinto. \n\n(Sumber: radarindonesianews.com)\n\n\n\n
\n