Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Jayapura Gelar Kuliah Umum di FISIP Uncen

Bawaslu Kota Jayapura Gelar Kuliah Umum di FISIP Uncen
\n

JAYAPURA – Bawaslu Kota Jayapura bersama Program Studi Ilmu\nPemerintahan FISIP Uncen menggelar kuliah umum, Rabu (11/3/2020) kemarin.

\n\n\n\n

Kegiatan\nini, diikuti kurang lebih 100 mahasiswa digelar di Aula FISIP Uncen, Waena.

\n\n\n\n

“Lembaga\npenyelenggara Pemilu dan perguruan tinggi sudah saatnya mengolaborasikan kerja\nbersama dalam hal pembangunan demokrasi. Dengan demikian, ilmu pengetahuan yang\nbersifat teoritis dari bangku perkuliahan, dapat bersinergi dengan pengalaman\nlapangan penyelenggara Pemilu,” ungkap Pembantu Dekan (PD) II Fakultas Ilmu\nSosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, DR. Simon Abdi Frank,\nM.Si, ketika membuka pelaksanaan kuliah umum tersebut.

\n\n\n\n

Kata\ndia, kuliah umum ini juga sekaligus memberikan pemahaman tentang apa saja yang\ndikerjakan Bawaslu Kota Jayapura pada Pemilu 2019.

\n\n\n\n

“Dengan\nadanya kuliah umum ini, Bawaslu Kota Jayapura dapat berbagi pengalaman tentang\nkerja-kerja pengawasan Pemilu 2019 lalu. Sehingga mahasiswa juga mendapatkan\ngambaran utuh tentang Bawaslu Kota Jayapura,” ujarnya.

\n\n\n\n

Pihaknya\njuga mengapresiasi Bawaslu Kota Jayapura bersedia melaksanakan kuliah umum.

\n\n\n\n

“Terima\nkasih kepada Bawaslu Kota Jayapura yang sudah menyempatkan waktu dan tenaganya\nuntuk berbagi informasi kepada mahasiswa kami, tutupnya.

\n\n\n\n

Sementara,\nRumsarwir selaku Ketua Bawaslu Kota Jayapura menjelaskan mengenai apa saja\nperan dan tugas-tugas kelembagaan yang sudah dikerjakan pada saat Pemilu 2019\nlalu.

\n\n\n\n

“Sesuai\ndengan UU tentang Pemilihan Umum, Bawaslu Kota Jayapura telah melaksanakan\ntugas-tugas pengawasan Pemilu,” ujarnya.

\n\n\n\n

Diakuinya,\nmasih ada sejumlah catatan yang harus diperbaiki dan dimaksimalkan oleh\npenyelenggara Pemilu ke depan. Hal ini untuk memperkuat kinerja lembaga yang\ndipimpinnya.

\n\n\n\n

“Karena\nitu, dukungan dari berbagai pihak untuk menghadirkan pelaksanaan Pemilu yang\nberintegritas, benar-benar dibutuhkan,” ucapnya.

\n\n\n\n

Selain\nitu, materi juga diisi dengan pemaparan dari Ketua Program Studi IPM, DR.\nRenida J. Toroby.

\n\n\n\n

Dalam\npaparannya, ia menjelaskan strategi penguatan perempuan dalam Pemilu.

\n\n\n\n

Menurutnya,\nperempuan masih dianggap sebagai kelompok marginal. Tidak banyak perempuan yang\nberkiprah di dunia politik, apalagi sebagai penyelenggara Pemilu.

\n\n\n\n

“Hal\nini terjadi karena biasanya perempuan lebih banyak mengurusi wilayah domestik.\nMulai dari bersih-bersih rumah hingga mengasuh anak,” tutur perempuan yang juga\nmantan anggota KPU kabupaten Jayapura ini.

\n\n\n\n

Sementara,\nDR. Untung Muhdiarta selaku Ketua Laboratorium Ilmu Politik FISIP Uncen,\nmenjelaskan terkait tantangan yang akan dihadapi menjelang pelaksanaan Pilkada\nserentak tahun 2020.

\n\n\n\n

Menurutnya,\ntidak ada penguasa yang menginginkan penyelenggara Pemilu kuat. Selain itu,\nfenomena mobilisasi massa dan politik uang masih akan mewarnai pelaksanaan\nPilkada.

\n\n\n\n

Beberapa\npimpinan fakultas serta sejumlah pimpinan berbagai jurusan dan program studi di\nlingkungan FISIP Uncen juga hadir.

\n\n\n\n

Dalam\npelaksanaan kuliah umum ini, pihak penyelenggara mengundang perwakilan mahasiwa\ndari berbagai perguruan tinggi di Kota Jayapura dan Bawaslu Kabupaten Jayapura.

\n\n\n\n

Dengan Narasumber pada kuliah umum\nini adalah Frans Rumsarwir selaku Ketua Bawaslu Kota Jayapura. DR. Renida J\nToroby, M.Si, Ketua Program Studi IPM FISIP Uncen, dan DR. Untung Muhdiarta,\nM.Si, Ketua Laboratorium Ilmu Politik FISIP Uncen.

\n\n\n\n

(Sumber:\npapuainside.com)

\n