Lompat ke isi utama

Berita

Anugrah Pata: Sway Menjadi Pilihan di Tengah Minimnya Literasi Demokrasi

Anugrah Pata: Sway Menjadi Pilihan di Tengah Minimnya Literasi Demokrasi
\n

Jayapura – Anggota Bawaslu Provinsi Papua, Anugrah Pata, SH, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran Buletin Sway. Menurutnya, buletin yang digagas oleh Bawaslu Kota Jayapura ini bisa menjadi alternatif di tengah minimnya literasi demokrasi di Papua.

\n\n\n\n

Hal ini disampaikannya ketika dihubungi tim redaksi melalui sambungan telephon\npada Kamis (9/4). Anugrah yang merupakan Koordinator Wilayah pada Bawaslu Kota\nJayapura ini menyampaikan harapannya terhadap penerbitan Sway.

\n\n\n\n

“Dengan adanya Sway ini, harapan saya masyarakat Kota Jayapura bisa punya pilihan bahan literasi demokrasi”, tuturnya.

\n\n\n\n

Anggota Bawaslu Provinsi Papua yang sudah menjabat dua periode ini menambahkan, bahwa Sway ini sekaligus menjadi media sosialisasi kelembagaan bagi Bawaslu Kota Jayapura.

\n\n\n\n

Dirinya menegaskan bahwa meskipun tidak ada moment pesta demokrasi, baik Pemilu maupun Pilkada, Bawaslu harus tetap eksis memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.  

\n\n\n\n

“Dengan terus eksisnya Bawaslu, maka masyarakat Kota Jayapura juga akan mendapatkan pemahaman tentang pentingnya kehadiran Bawaslu sebagai lembaga penegak keadilan Pemilu”, tutupnya.

\n\n\n\n

Sebagaimana diketahui, bahwa pada Kamis (9/4), Bawaslu Kota Jayapura melakukan peluncuran buletin Sway. Peluncuran tersebut dilaksanakan di kantor Bawaslu Kota Jayapura di daerah Abepura. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan perayaan HUT Bawaslu RI yang ke-12.

\n\n\n\n

Humas Bawaslu Kota Jayapura, Hardin Halidin, menyampaikan bahwa penerbitan\nbuletin ini adalah bagian dari upaya lembaganya untuk memperbanyak literasi demokrasi\nyang kontekstual di Papua, khususnya di Kota Jayapura.

\n\n\n\n

Hardin menambahkan bahwa kehadiran buletin Bawaslu Kota Jayapura ini dapat\nmenjadi wadah untuk menyalurkan gagasan pembangunan demokrasi yang konstruktif\nsekaligus etis dan ilmiah.

\n\n\n\n

“Kita di Papua, khususnya di Kota Jayapura selama ini kita hanya disuguhi oleh\nliterasi yang bersifat nasional. Sedangkan catatan-catatan demokrasi kita,\numumnya hanya dituangkan lewat media sosial”, imbuhnya.

\n\n\n\n

Ada hal menarik dalam pemilihan nama buletin ini. Bawaslu Kota Jayapura memilih\nnama Sway untuk buletinnya. Sway berasal dari bahasa lokal yang digunakan oleh suku\nTobati-Enggros. Sway dalam bahasa lokal tersebut bermakna rumah tempat tinggal.\n

\n\n\n\n

“Sway ini kami analogikan juga sebagai rumah untuk semua orang. Dia akan menjadi tempat berdiskusi dan bertukar pendapat, sekaligus mengimplementasikan narasi dan gagasan membangun demokrasi. Selain itu, Sway ini juga merupakan akronim dari Suara Bawaslu Kota Jayapura”, tambah Hardin.

\n\n\n\n

Bawaslu Kota Jayapura berencana akan menerbitkan Buletin Sway secara reguler, yakni setiap empat bulan sekali. Meski demikian, Hardin menyampaikan bahwa jika mendapat sambutan baik masyarakat, maka tidak menutup kemungkinan akan diterbitkan dua bulan sekali, atau bahkan sebulan sekali.

\n\n\n\n

Hardin menambahkan, bahwa Sway berisi 24 halaman. Dari sisi konten, menurutnya, Sway memiliki beberapa rubrik andalan dalam setiap edisinya. Di antaranya adalah Fokus, Opini, Sudut Pandang dan Profil. Selain itu juga ada berita kegiatan Bawaslu Kota Jayapura bersama mitranya. Semua rubrik ini akan memuat konten lokal.

\n\n\n\n

(el.ha)

\n