Akademisi Uncen Dukung Bawaslu Ungkap Keterlambatan Logistik Pemilu
|
Jayapura (ANTARA) - Akademisi dari Universitas\nCenderawasih (Uncen) Jayapura, Elvira Rumkabu mendukung langkah Bawaslu Kota\nJayapura dalam mengungkap keterlambatan penyaluran logistik pemilu pada Rabu\n(17/4) sehingga menyebabkan warga di dua distrik Ibu Kota Provinsi Papua itu\ntidak bisa memilih.
\n
\nYah, itu merupakan langkah tegas dan sudah\nseharusnya," katanya di Kota Jayapura, Papua, Rabu.
\n
\nMenurut alumni Australian National University\nitu, tentunya semua warga Kota Jayapura khususnya di Distrik Abepura dan\nDistrik Jayapura Selatan sudah pasti kecewa dengan ditundanya pemilu, bahkan\ntanggapan di berbagai media sosial sangat beragam, hingga para kepala daerah\nmenyinggung kinerja penyelenggara dalam hal ini KPU setempat.
\n
\n"Sehingga sudah seharusnya keterlambatan\npenyaluran logistik ini diungkap ke muka umum, bagaimana bisa Kota Jayapura\nyang menjadi baromoter di Papua bisa digelar pemilu susulan, ini jadi\npertanyaan besar," tuturnya.
\n
\nBiasanya, kata dia, penundaan pemilu karena\nsejumlah faktor di antaranya karena bencana alam atau gangguan keamanan,\nsementara di "Port Numbay", julukan untuk Kota Jayapura terjadi\nketerlambatan logistik pemilu bukan karena faktor tersebut.
\n
\n"Ini sudah pasi pelanggaran, dan semua ini\nada di tangan Bawaslu Kota Jayapura untuk menetapkan langkah selanjutnya,\nmengecek, menginvestigasi ataupun meminta keterangan dari KPU Kota Jayapura\nsehingga bisa dibuktikan apa ini kelalaian yang disengaja atau lainnya," ujarnya.
\n
\nPenundaan pemilu atau pemilu susulan di dua\ndistrik di Kota Jayapura, Elvira menduga telah terjadi penurunan animo warga ke\nTPS untuk menyalurkan hak politiknya, namun hal itu perlu dilakukan kajian atau\nriset terkait persoalan yang baru pertama kali itu.
\n
\n"Ini perlu di cek, sejauh mana dampaknya\nkepada partisipasi pemilih dan ini bisa jadi bahan evaluasi dan perhatian\nkedepannya," ucapnya.
\n
\nMenyingung soal para komisioner KPU Kota\nJayapura terpilih dan baru dilantik beberapa saat menjelang hari "H"\npencoblosan, sementara pentahapan pemilu sudah berlangsung jauh sebelum itu.
\n
\nDosen di Fakultas Sosial dan Ilmu Pemerintahan\n(Fisip) Uncen itu mengaku bahwa tentunya ada pihak yang harus bertanggung jawab\nsoal kekisruhan tersebut.
\n
\n"Artinya, kan ada pihak yang mengurus dan\nmengatur itu. Saya lihat bahwa hal ini langsung mendapat tanggapan dari Bawaslu\nKota Jayapura yakni merekomendasikan pemilu susulan, bahkan sudah pada taraf\npermintaan keterangan dari para komisioner KPU terkait hal itu," kata\nEvira.
\n
\nSebelumnya, pada Selasa (23/4) pagi hingga malam\nBawaslu Kota Jayapura telah memanggil dan meminta keterangan kepada empat dari\nlima komisioner KPU Kota Jayapura, termasuk Sekretaris KPU Virgo Solossa dan\nKasubag Logistik Tito Pardosi terkait keterlambatan penyaluran logistik pemilu.
(Sumber: antaranews.com)
\n"